Apakah Engkau adalah Pelayan Tuhan?

Seringkali kita menjadi majikan bagi diri kita sendiri. Kita cenderung mementingkan diri sendiri daripada melayani dengan hati hamba. Padahal, di dalam tubuh Kristus, hanya ada satu majikan yaitu Tuhan Yesus sendiri, yang lain adalah pelayan-pelayanNya yang bertugas untuk melayani Dia dan sesama. Apakah arti menjadi seorang pelayan Tuhan?

 

APA ITU MELAYANI?

Ketika kita telah menerima dan mengalami kasih karunia Tuhan dalam hidup kita, pasti ada satu KERINDUAN yang besar untuk membalas cinta kasih Tuhan tersebut. Tidak ada cara lain untuk membalas cinta kasih Tuhan yang begitu besar selain dengan membagikan kasih Tuhan. Kita melayani bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi kita melayani sebagai BENTUK SYUKUR atas cinta kasih Tuhan tersebut.

 

“HATI YANG MELAYANI TIDAK AKAN MENUNTUT”

 

Melayani berarti MELAKUKAN KEHENDAK BAPA (Yohanes 4:34, Yohanes 6:38). Kita disebut melayani Tuhan jika kita bekeja di ladangNya, melakukan apa yang Tuhan mau, terlibat dalam bebanNya Tuhan. Pada saat melayani, kita membagikan kasih bukan megharapkan imbalan/balasan. Melayani tidak terbatas pada waktu dan tempat.

 

”Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”

Yohanes 6:38

 

APA YANG KITA LAKUKAN SAAT MELAYANI?

Melayani bukan hanya berfokuskan kepada Tuhan, tetapi melayani juga berfokuskan kepada jiwa-jiwa. Amanat Agung Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga adalah supaya kita memenangkan jiwa bagi Kristus (Matius 28:19-20).

 

”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:19-20

 

Pandangan yang benar tentang pelayanan terdapat dalam Kolose 1:28-29:

  1. Berfokuskan pada pemberitaan Kristus
  2. Berfokuskan pada tiap-tiap orang
  3. Menasehati, mengajar dan memimpin tiap-tiap orang dengan tujuan semakin serupa dengan Kristus

 

Hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pelayan Tuhan adalah hati hamba. Hamba adalah seorang yang selalu siap sedia melakukan pekerjaan yang diberikan tuannya tanpa mengenal waktu dan tempat. Hati seorang hamba selalu ingin menyenangkan tuannya. Karakteristik seorang hamba:

  • Tidak menuntut untuk DILAYANI (Matius 20:20-28)
  • Tidak menuntut untuk DIMENGERTI (Kejadian 37:9-11)
  • Tidak menuntut untuk DIPUJI (Filipi 2:3)

 

Untuk memperlengkapi kita dalam melayani, Tuhan mengaruniakan talenta kepada setiap orang. Talenta yang Tuhan berikan bukanlah suatu barang jadi melainkan potensi yang harus digali dan dikembangkan seperti perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30). Namun, karakter lebih berharga daripada talenta. Tanpa karakter yang baik, kita akan tergoda untuk menyalahgunakan talenta yang Tuhan berikan.

 

Etika Pelayanan

Istilah etika berasal dari kata “ethos” yang berarti kebiasaan, adat, atau kelakuan. Sebagai seorang pelayan Tuhan, kita pun tidak boleh asal-asalan dalam melayani. Etika yang perlu dibina dan dibentuk dalam melayani:

 

  • Berkomitmen (Kejadian 24:9)

Komitmen adalah suatu janji hidup/janji setia antara 2 pihak tanpa adanya unsur paksaan sedikitpun. Komitmen kita dalam melayani adalah hal yang membuat kita berjalan dan bertahan melayani.

Contoh:

  • Bertanggung jawab dalam tugas pelayanan yang diberikan
  • Memberikan yang terbaik saat melayani
  • Rendah Hati (Matius 8: 9)

Kita harus ingat bahwa kita ini dulunya  adalah hamba dosa yang telah ditebus untuk menjadi hamba Kristus. Jangan pernah egois dan sombong ketika kita telah dipercayakan banyak pelayanan.

 

Contoh:

  • Bersedia melakukan perkara kecil
  • Menerima saran/kritik dengan lapang dada
  • Menjauhi perdebatan dan tidak bertengkar

 

  • Taat (Efesus 6: 5-7)

Tuhan mengajarkan setiap kita agar kita taat kepada pemimpin di dunia. Ketika kita taat kepada pemimpin kita, maka kita akan mendapatkan perlindungan dari Allah (Ibrani 13:17). Jika kita tidak taat akan pemimpin tidak ada perlindungan dan tuntunan yang jelas.

Contoh:

  • Berdoa bagi pemimpin
  • Meminta ijin kepada pemimpin jika ingin melayani di gereja lain
  • Memberitahu pemimpin jika tidak dapat bertugas sesuai jadwal

 

  • Stabil (1 Korintus 15:58)

Ada kalanya kita mengalami masalah dalam kehidupan kita. Bahkan mungkin kita akan menjumpai permasalahan dalam pelayanan kita. Namun, kita harus berdiri teguh, tidak goyah, dan tetap giat dalam pekerjaan Tuhan. Jangan fokus terhadap masalah, tetapi fokuslah kepada Tuhan. Hanya pandang Yesus.

Contoh:

  • Menjadi teladan dalam perilaku dan kehidupan rohani
  • Tidak bergantung kepada orang lain
  • Menguasai lidah
  • Mengatur mood agar tetap stabil