Jesus, My Lord and Savior

KARYA PENYELAMATAN ALLAH

Ketika manusia jatuh dalam Dosa (Kej 3:7) Allah dalam keadilannya juga tetap menghukum manusia (Kej 3:14-19). Dengan kasih-Nya, Allah lah yang menginisasi pertama kali menyelamatkan manusia dengan membuat pakaian dari kulit binatang.

Setelah kejadian tersebut manusia terpisah dari Allah oleh dosa. Manusia tidak bisa langsung berhadapan dengan Allah. Manusia mulai memberi korban bakaran/persembahan kepada Allah.

Ilustasi ini menjelaskan bahwa kondisi manusia dan Allah setelah dosa memisahkan.

Note : Dalam alkitab kata yang banyak dipakai untuk dosa adalah Hamartia (bahasa Yunani, 174x dalam PB) artinya tidak mencapai/meleset target.

Lalu ada Allah berinisiatif kembali memberikan Hukum Taurat,  Allah melihat manusia harus mendapat gambaran jelas bagaimana harus hidup, tau sifat Allah yang sebenarnya, dan membuat pola kehidupan menurut kehendak Allah. Namun hukum ini juga gagal untuk menyelamatkan manusia.

Hingga akhirnya Yesus harus turun kedunia untuk menyelamatkan manusia.

KESELAMATAN

Dalam PL, dipakai kata yasa (menyelamatkan), kata benda turunannya (yesua:keselamatan), dengan kata hisil (untuk melepaskan).    Kel 3:7-8; Hakim2:15-16,18; Maz 7:2-3,10; Maz 72:4-13; Maz 76:8-9

  • Allah dalam PL menyelamatkan merujuk pada berbagai cara dimana ia membawa keluar mereka dari situasi negatif dan berbahaya kepada kebasan/perlindungan.
  • Ex: menyelamatkan saat perang, pembuangan dibabel, menyelamatkan dari bencana/penderitaan.

Dalam PB, dipakai kata sozo (untuk menyelamatkan) dan kata benda turunannya: Soteria (keselamatan) yang mengandung arti tindakan hasil dari pembebasan/pemulihan dari bahaya.

Mat 8:24-25; Mat 14:30; Mat 9:21-22; Luk 7:36-50;  2 Kor 1:8-10

  • Ex: menyembuhkan, diselamatkan dari tenggelam, diselamatkan dari kematian

Esensi karya penyelamatan Allah adalah mengembalikan manusia ke posisi/rancangan semula

 

APA KATA ALKITAB MENGENAI YESUS?

SIAPAKAH YESUS?

Yesus bertanya :

(1) Kata orang siapakah Aku ini?

(2) Menurut kamu, siapakah Aku ini?

Lukas 9 : 18-21 – Yesus adalah Mesias dari Allah. (Ay 20)

Kristus (Yunani Kuno = Khristos) sama dengan kata Mesiakh (Ibrani), artinya yang diurapi. Mesias adalah Sang pembebas/ Juruselamat yang dijanjikan Allah dari keturunan Raja Daud.

Tuhan (Kurios) artinya Tuan. Disini Tuhan mau kita hidup hanya melakukan kehendak-Nya.

 

Mengapa Yesus?

Kis 4:12 : Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. 

Yoh 14:6 : Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Yoh 3:16 : Karena begitu besar kasih  Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Roma 10:9 : ”Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”

Efesus 2:8-9 : Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri

 

MENGAPA YESUS DISEBUT SEBAGAI JURUSELAMAT UMAT MANUSIA ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Juruselamat berarti orang yang menyelamatkan atau bertindak sebagai penolong dalam kesukaran; penyelamat. Yesus Kristus disebut sebagai Juruselamat karena Yesus telah menebus segala dosa manusia. Ia tidak MENGABAIKAN dosa melainkan MENGHAPUS dosa kita dengan mati di kayu salib ganti kita.

Kata “Penebusan” dalam bahasa yunani adalah apolutrosis yang berarti “pembebasan/dilepaskan”, dari kata apoluo, bebas dari pembayaran uang tebusan.

Dalam bahasa Inggris, redeemer, yang diambil dari bahasa Latin redemiri yang berarti “untuk membeli kembali”/”untuk mendapatkan kembali”

Penebusan menunjukkan keadilan dan kemurahan serta kasih Allah. Allah memberikan Tuhan kita Yesus sebagai sebuah tebusan untuk endeiksis — untuk menunjukkan, menunjukkan, keadilan dan kasih dan kemurahan Allah.

Bagaimana Allah dapat adil dan membenarkan orang-orang jahat, para pendosa? Bagaimana Allah dapat benar dengan menyatakan orang berdosa benar? Bagaimana Allah dapat menghantarkan kedalam kebebasan, pemerkosa, pembunuh, orang-orang berdosa? Bagaimana setiap pengadilan menjadi sebuah pengadilan yang baik dan membiarkan penjahat bebas? Bagaimana anda melakukan hal itu?

Allah dihadapkan dengan tiga dilema.

  1. Dia dapat menjadi adil saja, tanpa kasih dan kemurahan, dan  menahan semua orang berdosa ke dalam penghukuman dan neraka
  2. Dia dapat mengasihi dan bermurah hati saja. Maka tidak ada hukum moral. Tidak ada pengadilan, tidak ada penghukuman atau yang sejenisnya. Semua orang berdosa dan semua penjahat bebas saja—tidak ada hukum sama sekali.
  3. Bahwa ada seseorang yang dapat membayar hutang-hutang kita. Disana ada seseorang yang mungkin dapat berkorban untuk penghukuman kita.

Dan itu adalah bagian dari tiga dilemma yang Allah pilih: seseorang berkorban untuk kita. Seseorang membayar hutang kita. Seseorang digantikan bagi kita untuk menerima hukuman dari Allah. Dan itu adalah Yesus.

Jadi, keselamatan bukanlah hasil usaha tetapi adalah ANUGERAH melalui iman percaya pada Yesus (Efesus 2:8-9). Saat kita percaya Yesus, saat itu juga terjadi perpindahan, secara otomatis kita pindah dari alam maut ke dalam hidup yang kekal.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Efesus 2:8-9

Bahkan, rencana keselamatan Allah telah ada sebelum dunia diciptakan (Efesus 1:4-5). Penebusan Kristus tidak hanya berlaku untuk waktu yang dahulu dan sekarang melainkan untuk selama-lamanya. Seorang anak Allah dapat jatuh ke dalam dosa tetapi TIDAK DAPAT hidup di dalam dosa (1 Yohanes 3:9). Saat seorang anak Allah jatuh dalam dosa, segera ia bangkit kembali sebab benih ilahi ada di dalam dirinya.

“Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi   tetap ada di dalam dia dan  ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”

1 Yohanes 3:9

Apa yang menjadi respon manusia?

Dalam Yohanes 1 : 29 menegaskan Yesus menghapus dosa dunia. Jalan manusia kepada Allah sudah tersedia. Tinggal respon manusia itu yang menentukan apakah ia mau/tidak.

Respon yang seharusnya :

Yohanes 5 : 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya  kepada Dia yang mengutus Aku,  ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum  , sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup

Jadi :

  1. Mendengar perkataan-Ku

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus (dipakai kata Rhema bukan logos)

LOGOS adalah firman yang bersifat sejarah dan obyektif dan RHEMA adalah firman yang bersifat pribadi dan subyektif (Charles Farah, Professor di Oral Robert University)

  1. Percaya

Percaya artinya Taat pada yang didengar (Firman Kristus)

Mendengar dan percaya bukanlah satu tindakan satu saat, melainkan tindakan terus-menerus. Kristus menegaskan hidup kekal yang kita miliki saat ini tergantung pada iman yang hidup terus dan bukan pada satu keputusan iman sementara di masa lampau.

 

IMAN YANG MENYELAMATKAN

Di Alkitab kita sering menemui kata Iman dan percaya. Bedanya. Percaya digunakan secara umum, tetapi beriman digunakan khusus untuk relasi antara Tuhan dengan umat.

Dalam bahasa Ibrani Iman dipakai kata emunah, yang artinya aman.

Dalam bahasa Yunani, Iman (pistis) dan percaya (pisteuoo) mengandung komponen makna berikut :

  1. Percaya dan menerima sesuatu itu benar
  2. Mengandalkan/ mempercayakan diri
  3. Setia
  4. Taat

Tentunya Iman pada seluruh ajaran Kristus.

Tidak seorangpun yang dapat diselamatkan dengan perbuatan baik/ usaha yang ia lakukan. Puji Tuhan, Yesus telah datang untuk mentaati seluruh hukum Taurat secara sempurna. Bahkan Ia telah mati di kayu salib untuk menanggung kutuk kegagalan kita dalam mentaati hukum taurat (Galatia 3:13). Yesus juga telah bangkit dari kematian dan memberikan kepada kita KUASA KEBANGKITAN sehingga kita dapat mentaati Hukum Taurat dengan kuasa Roh Kudus. Kita menjadi BENAR tanpa berbuat apa-apa. Kita diperhitungkan BENAR karena perbuatan Kristus. Semua yang kita terima benar-benar hanyalah kasih karunia semata.

” Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”

Roma 10:9

Keselamatan bukanlah untuk diterima dengan berpuas diri, melainkan untuk dikerjakan dengan hormat dan takut akan Allah (Filipi 2:12-13) hingga karakter kita serupa dengan Kristus.

Apabila kita percaya, maka otomatis kita juga bersedia mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dalam hidup kita (Roma 10:9). Kata Tuhan dalam bahasa Yunani adalah Kurios, yang berarti satu pribadi yang memiliki otoritas mutlak, Penguasa tertinggi, Penguasa tunggal, Pemilik sepenuhnya, Penguasa mutlak. Kristus bukan hanya menebus kita untuk diselamatkan, tetapi Ia membeli kita agar kita menjadi milikNya selama-lamanya. Oleh karena itu, Ia memiliki hak dan otoritas untuk memerintah atas seluruh aspek hidup kita. Sedangkan yang harus kita lakukan adalah taat pada segala perintah Allah sebagai bentuk ucapan syukur atas kasih karunia yang telah diberikan. Menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam kehidupan kita berarti akhir dari kehidupan yang menurut kehendak sendiri dan awal kehidupan baru yang menurut kehendak Yesus Kristus. Kita harus meninggalkan kehidupan lama dan mulai dengan pola kehidupan yang baru. Keputusan ini disebut sebagai pertobatan. Bertobat artinya “berbalik dari jalan yang salah” dengan “perubahan pikiran” (Dalam bahasa Yunani : Metanoia) – Roma 12:2.

Ada hal yang terkandung dalam pertobatan :

  1. Ada penyesalan yang sungguh-sungguh ( 2 Korintus 7:10)
  2. Ada pengakuan dosa (1 Yohanes 1:9)
  3. Ada tindakan meninggalkan dosa (Amsal 28:13)
  4. Ada tindakan berbalik kepada Allah untuk melakukan kebenaran (Efesus 4:28-29)
  5. Ada tindakan pemberesan (Lukas 19:8)

 

Bukti Seorang Diselamatkan:

  • Perubahan hidup (Gal 2:20): dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup untuk Tuhan.
  • Perubahan tabiat (1 Ptr 1:2): durhaka menjadi taat.
  • Perubahan kehidupan (1 Yoh 1:3-6): dari kegelapan menjadi terang.
  • Perubahan yang baik (Fil 3:7-8): dari anggapan bahwa dunia sebagai yang paling berharga berubah menjadi Kristus yang paling berharga.
  • Perubahan otoritas (Kis 16:6-7): dari semuanya sendiri menjadi demi Tuhan, Roh Kudus dan untuk Tuhan.
  • Perubahan sikap (2 Kor 3:9-18): menghina diri berubah menjadi memuliakan nama Tuhan.
  • Perubahan pelayanan (Rm 6:13,19): dari melayani dosa, menjadi melayani Tuhan.

#REFLEKSI

Silahkan diisi pada kolom di bawah ini tentang kisah pertobatanmu dari dosa lamamu dan jelaskan perubahan apa yang terjadi dalam dirimu saat engkau MENINGGALKAN DOSA itu!

Apa dosa lamamu? Pertobatan  dan perubahan apa yang terjadi dalam hidupmu?
 

 

 

 

 

 

“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”

Matius 3:8

Ilustrasi:

Ada seorang rakyat jelata yang sangat miskin, berpakaian compang-camping, dan kotor. Tiba-tiba, ia diangkat menjadi anak seorang bangsawan. Saat itu juga, status dan kehidupannya berubah. Identitasnya sebagai rakyat jelata langsung berubah menjadi bangsawan. Ia pun hidup dan bertindak sebagai bangsawan. Ia berpakaian rapi, bersih dan menjaga setiap perilakunya.

Sama halnya dengan seseorang yang menerima Yesus sebagai juruselamat pribadinya. Identitasnya pun akan berubah menjadi anak Allah. Sebagai anak Allah, ia akan hidup benar dengan mentaati perintah Tuhan. Ia tidak menjadi benar karena berbuat benar, tetapi ia berbuat benar sebagai orang benar.

Pertanyaan yang umum

 Apakah kita dibenarkan oleh Iman (Kitab Roma) atau oleh Perbuatan (Yakobus) atau keduanya?

Paulus menekankan bahwa pembenaran hanya oleh karena iman sementara yakobus menekankan iman dalam Kristen harus menghasilkan perbuatan-perbuatan baik. Dalam kitab Roma perbuatan yang dimaksud Paulus adalah perbuatan (secara norma), sedangkan Yakobus perbuatan yang dimaksud adalah buah dari Iman kepada Tuhan dalam arti Melakukan kehendak bapa & meresponi Firman Tuhan.

Jadi keduanya tidak bertentangan sama sekali. Jadi dibenarkan hanya karena Iman saja.

Apakah keselamatan itu bisa hilang atau tidak?

Disini kita menghadapi perbedaan pendapat antara kaum Calvinis (yang umumnya diyakini kaum Injili/Reformed) dan kaum Armenian (yang umumnya diyakini kaum Pentakosta). Menurut kaum Calvinis, karena Allah yang berinisiatif memanggil dan menentukan, dan karena Allah sanggup untuk memelihara dan menjaga apa yang sesuai dengan kehendak-Nya, maka tidak mungkin orang yang dipanggil kehilangan keselamatannya. Ayat yang dipakai, misalnya: Yoh. 10:28-29, Roma 8:38-39, Fil. 1:6, II Tim. 1:12, I Pet. 1:5. Sebaliknya menurut kaum Armenian, karena ketentuan Allah berdasarkan respon manusia, maka akhirnya ketekunan itu berdasarkan usaha manusia. Tentu saja niat dan usaha manusia dibantu oleh kuasa Allah. Jadi menurut Armenianisme, “eternal security” akan dicapai orang kalau mereka tetap di dalam Yesus. Ayat yang dipakai, misalnya: Yoh. 15:1-8, Ibr. 6:4-6; 10:26-27.

Titik tolak perbedaan kedua pandangan itu berkaitan dengan konsep pilihan (election), yaitu: perbuatan Allah memilih mereka yang akan diselamatkan untuk menjadi anggota tubuh Kristus. Allah sudah memilih siapakah orang-orang yang akan diselamatkan-Nya, pada masa lampau yaitu sebelum dunia dijadikan. Inilah dasar predestinasi (menentukan/menandai sebelumnya). Efs. 1:4-6, Rom. 8:29-30, Kis. 13:48. Perbedaan pandangan antara Calvinisme dan Arminianisme tentang kepastian keselamatan adalah sebagai berikut:

Calvinisme menekankan kedaulatan Allah dan mengecilkan kehendak bebas manusia. Sebaliknya Arminianisme menekankan kehendak bebas manusia dan mengecilkan unsur kedaulatan Allah dan kerusakan manusia. Jadi pandangan mana yang harus kita pilih? Sebaiknya kita menjaga KESEIMBANGAN antara kedua pandangan ini.

Pertanyaan mendasarnya adalah: Penetapan Allah atas keselamatan seseorang itu diawali oleh kedaulatan-Nya atau kemahatahuan-Nya?  Mana yang lebih dulu: Allah menentukan keselamatan bagi seseorang, sehingga akhirnya dia percaya? ataukah karena Allah mengetahui siapa yang akan meresponi panggilan-Nya pada waktu Injil diberitakan, baru Dia menentukan keselamatan seseorang? Jawabannya sederhana: Allah itu tidak dibatasi waktu (berbeda dengan manusia), jadi pada waktu Dia menentukan pilihan-Nya siapa yang akan diselamatkan karena kedaulatan-Nya, pada saat yang yang sama dalam kemahatahuan-Nya Allah juga mengetahui siapa manusia yang menggunakan kehendak bebasnya secara positif untuk meresponi panggilan-Nya.

Beberapa keberatan tentang pandangan “sekali selamat, tetap selamat”. Doktrin ini dianggap bisa mengakibatkan:

  1. Fatalisme – manusia seperti boneka karena semua sudah ditentukan bukan hanya diketahui oleh Tuhan.
  2. Kelalaian dalam perilaku – kalau saya sudah diselamatkan, apapun bisa aku lakukan dan aku tidak akan kehilangan keselamatan itu.
  3. Mengurangi semangat penginjilan – percuma menginjili orang yang tidak dipilih Allah, sebaliknya bila seseorang sudah dipilih maka dia pasti selamat entah bagaimanapun caranya.

Kita harus ingat ada ayat-ayat Alkitab yang memberikan peringatan yang keras, antara lain:

  1. Lukas 12:10  Siapa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni dosanya.
  2. Ibrani 6:4-6 Orang yang diterangi hatinya, mengecap karunia sorgawi, mendapat bagian dalam Roh Kudus, tapi murtad tak mungkin dibaharui.
  3. II Tim. 2:12 Jika kita menyangkal, Dia pun akan menyangkal kita.
  4. Wahyu 3:5 Dihapus dari kitab kehidupan (berarti pernah ditulis). Kel. 32:32-33.

Jadi orang bisa kehilangan keselamatannya kalau dia menghujat Roh Kudus (setelah melalui berbagai tahapan panjang seperti: mendukakan Roh, memadamkan Roh, mendustai Roh, menentang Roh, dst. hingga menghujat Roh Kudus. Pada titik itu seseorang sampai pada “point of no return”, dimana hatinya dikeraskan sehingga tidak ada penyesalan lagi karena penghujatannya kepada Kristus. Jadi Allah tidak mengampuninya karena orang itu tidak akan pernah lagi minta pengampunan sampai selama-lamanya.

Kita percaya akan keselamatan kekal yang terjamin pasti dalam Kristus, tetapi jaminan keselamatan itu kondisional (bersyarat). Syarat dari jaminan keselamatan itu ialah: tinggal di dalam Kristus (Yoh. 15:5-6, Rm. 11:19-24). Kerjakan keselamatan itu, karena Allah yang mengerjakan di dalam kita (Fil. 2:12-13). Wahyu 17:4 mencatat, “Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia”.

Bagaimana dengan keselamatan orang pada masa Perjanjian Lama sebelum Yesus dilahirkan? Intinya tetap sama seperti Perjanjian Baru. Mereka tidak diselamatkan karena amal perbuatan tapi karena iman, seperti halnya Abraham (Kej. 15:6). Mereka dibenarkan bila mereka beriman kepada Allah yang berjanji bahwa akan datang sang Juruselamat (Kej. 3:15 – proto evangelium). Kita percaya kepada Mesias yang sudah datang yaitu Yesus Kristus.

Bagaimana halnya dengan keselamatan orang-orang (misalnya suku terasing) yang belum pernah mendengar Injil Kristus? Apakah mereka bisa selamat karena ketidak-tahuan akan kebenaran? Atau karena hukum hati nurani (Rm. 2:14-16), atau karena melakukan hukum Taurat?

Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada keselamatan melalui hukum Taurat ataupun cara lain, kecuali melalui iman kepada Yesus Kristus (Gal. 2:16, Yoh. 14:6). Perlu dipahami bahwa Allah itu adil, orang dihukum karena menolak keselamatan, bukan karena ketidaktahuan (walaupun orang tidak selamat karena ketidaktahuan akan kebenaran). Karena itu pada setiap zaman ada peringatan-Nya, seperti pada zaman Nuh walau hanya ada 8 orang yang meresponi, atau zaman Yeremia yang berkhotbah 40 tahun dan tidak ada yang meresponi. Yang jelas peringatan Allah telah disampaikan. Sejak Perjanjian Lama, Tuhan berjanji bahwa orang yang mencari Dia dengan segenap hati akan menemukan-Nya (Ul. 4:29), seperti yang terjadi dengan Kornelius (Kis. 10:4-5, 34-36). Sayangnya, orang tidak mencari Allah (Rm. 3:11), sebaliknya manusia menyembah berhala sehingga mendatangkan hukuman Allah (Rm. 1:18-23).

Apakah ada keselamatan setelah kematian? Bukankah Yesus memberitakan Injil kepada roh-roh orang yang telah meninggal pada zaman Nuh (I Pet. 3:19-20)? Sebetulnya Yesus bukan untuk memberitakan Injil Keselamatan tetapi memproklamirkan (Yun: kerusso) kebenaran Allah untuk mencelikkan mata mereka, mengapa mereka dihukum? Mereka dihukum karena tidak taat dan telah menolak kabar baik yang disampaikan oleh Nuh, sebagai pemberita kebenaran saat itu (2 Pet. 2:5). Yesus sendiri tidak pernah mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil kepada dunia orang mati untuk menyelamatkan mereka yang belum pernah mendengar berita tentang Injil Keselamatan. Allah melarang kita untuk berhubungan dengan arwah atau roh orang mati (Im. 19:31). Tujuan larangannya adalah untuk melindungi kita dari tipu daya roh jahat yang dapat menyamar sebagai malaikat terang.

MENGERJAKAN KESELAMATAN

Setelah kita menerima Yesus dan menerima keselamatan itu. Apa yang selanjutnya menjadi bagian kita? Tentu mengerjakan keselamatan.

Filipi 2:12  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu  dengan takut dan gentar , bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Kata mengerjakan disini dipakai kata “katergazomai” (to bring to completion) artinya menyelesaikan, Bukan menghasilkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Kerjakan disini berati menyelesaikan menjadi seperti Kristus (Pikiran, Perasaan, kehendak Kristus) yang kita saat ini masih dalam proses tersebut. Proses kerjakan ini mengandung arti :

  • Dikerjakan terus menerus, yaitu tidak ada alas an untuk tidak hidup taat dalam kebenaran
  • Tanpa bergantung orang lain (dalam kitab ini, tanpa bergantung Paulus/ pemimpin rohani/orang lain)
  • Dikerjakan dengan takut dan gentar, artinya ada rasa Menghormati Tuhan. Dasarnya adalah kasih, bukan ngeri.

Caranya : Diayat Filipi 2 : 13 ‘for it is God who is at work in you, both to will and to work (= karena Allahlah yang bekerja di dalam kamu, baik dalam menghendaki maupun dalam bekerja).

Kata ‘Work’ bahasa yunani nya Energon (the energizing one/ the energizer) = orang yang memberi energy. Oleh karena itu Allah memberikan Roh Kudus-Nya untuk kita dapat mengerjakan.

 

MURID SEJATI

Dietrich Bonhoeffer : “Christianity without discipleship is always Christianity without Christ.”

Yesus sering disebut Guru / Rabi, gelar yang diberikan sebagai pengajar taurat.

Murid berasal dari kata Ibrani : Limmud dan Yunani: Mathetes, yang secara harafiah berarti ’orang yang belajar’, atau bahasa latin nya discipulus ’pengikut yang setia’

Dikebiasaan yahudi waktu itu seorang murid adalah duplikat/fotokopi dari gurunya. Kita bisa lihat Lukas 6:40 kita harus menjadi copy/serupa dengan Yesus.

Murid sejati percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya, sehingga setelah percaya telah diselamatkan maka ia akan taat pada perintah Tuhan (Roma 10:9). Seseorang diselamatkan oleh iman, bukan oleh perbuatan. Tetapi, iman sejati pasti menghasilkan buah/ perbuatan baik.