Komunitas Kristen

Setelah kita sudah menjadi pelayan Tuhan, bukan berarti hidup kita akan semakin lancar dan tanpa masalah. Masalah akan datang dalam kehidupan ditambah dengan problematika pelayanan yang beragam, terkadang membuat kita lemah dan membutuhkan orang lain untuk menopang setiap kita. Bukan berarti tidak mengandalkan Tuhan, melainkan tetap mengandalkan Tuhan serta punya komunitas anak-anak Tuhan yang bisa menjadi tempat untuk berbagi, menguatkan dan langkah awal melayani Tuhan.

Komunitas  Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (1 Tim 3 : 15)

Saling Menopang dalam menghadapi tantangan dan berdasarkan pada Kebenaran. Komunitas juga merupakan orang-orang yang senantiasa berkumpul (Kis 1 : 21)

Berkumpul dalam bahasa aslinya adalah KOINONIA yang memiliki arti : hubungan kasih, komitmen, komunikasi, dan tanggung jawab.

 

APA DASAR KITA MEMBENTUK SUATU KOMUNITAS??

  1. Alasan Theologis : Karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang “Berkomunitas” (Yoh 17 : 20-23)

Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal, satu Allah yang secara kekal menyatakan diriNya dalam 3 pribadi, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiga pribadi punya sifat, kehendak, rencana, dan tujuan yang sama. Kemudian ada relasi yang saling mengasihi satu dengan yang lain. Oleh sebabnya Dia menjadi dasar dan teladan untuk hidup berkomunitas dalam relasi yang saling mengasihi satu sama lain.

  1. Alasan Antropologis : Karena kita dirancang dan dicipta sebagai makhluk sosial yang memerlukan komunitas (Kej 2:18)

Kita dicipta menurut gambar Allah. Gambar Allah tidak hanya mengacu pada karakter Allah, namun juga mengacu pada persekutuan yang ada diantara ketiga pribadi Allah, ada aspek relasi disitu. Karena itu, penting untuk memiliki komunitas yang baik dan sehat dengan adanya relasi yang sepadan di dalamnya. Sepadan tentang pemahaman kebenaran, nilai-nilai hidup, dan tujuan yang akan dicapai. Sedangkan relasi itu mencakup hubungan yang saling mengisi, melengkapi, mengasihi, dan membangun satu sama lain.

  1. Alasan Soteriologis-Misiologis : Karena komunitas merupakan sarana yang Allah rancang untuk menggenapi rencanaNya dan menyatakan kemuliaanNya (Yoh 17 : 20-23)

Membentuk sebuah komunitas dan bertumbuh di dalamnya bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah menyatakan kemuliaan Tuhan di tengah dunia ini, menjadi  garam dan terang dan memenangkan jiwa untuk Tuhan.

 

 

MANFAAT BERGABUNG DALAM KOMUNITAS

 

  1. Pertumbuhan Rohani Lebih Terawasi

Dengan adanya gembala / pemimpin rohani, maka pertumbuhan rohani kita akan terawasi dengan baik. Begitu pula jika ada iman kita lemah juga bisa lebih mudah untuk kembali dikuatkan oleh pemimpin rohani maupun teman-teman satu komunitas yang lain.

  1. Digembalakan dengan Lebih Baik

Kita memiliki gembala sidang, pemimpin Youth, maupun pengkhotbah yang menyampaikan Firman Tuhan untuk setiap kita. Namun dengan adanya gembala di komunitas kita maka Firman Tuhan bisa lebih kita terima dengan terbuka, dua arah, dan bisa menjadi wadah diskusi secara langsung.

  1. Kesempatan untuk Melayani

Komunitas bukanlah suatu wadah untuk One Man Show. Setiap individu di dalam komunitas harus ambil bagian dalam melayani. Entah itu sebagai pemain musik, pemimpin pujian, pembawa materi, pembawa game, sampai membawakan konsumsi untuk semua teman-teman di komunitas. Sebelum memasuki ladang pelayanan yang lebih besar, pastikan kita telah punya kesetiaan dan mempunya sikap memberikan yang terbaik dalam pelayanan di lingkup komunitas.

  1. Pembentukan Karakter

Masuk dalam komunitas bukan berarti masuk dalam zona nyaman dimana semuanya tidak akan berubah. Sebaliknya, karakter kita akan dibentuk karena kita berhubungan dengan orang lain yang punya karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Kita akan belajar menghargai, mendengarkan, mengucapkan kata-kata yang membangun iman, serta lebih dewasa dalam memandang setiap persoalan dan tantangan yang kita hadapi.

  1. Punya Keluarga Baru

Pasti ketika kita masuk komunitas, banyak orang baru yang akan kita kenal. Setelah kita saling mengenal dan ada kasih di dalamnya, maka komunitas tersebut akan menjadi keluarga. Seperti halnya keluarga, jadi setiap pribadi akan saling menjaga satu sama lain agar tidak jatuh ke dalam dosa, hal-hal yang tidak benar, dan tidak ada saling iri hati dan dengki jika satu sama lain mendapatkan hal baik.

 

KUNCI UNTUK BERTUMBUH DI KOMUNITAS

 

  1. Keterbukaan

Bagaimana bisa bertumbuh dan bisa dibangun jika tidak ada keterbukaan? Keterbukaan tentang apa? Mungkin ada keterikatan yang kita alami, kita bingung bagaimana bisa keluar dari keterikatan tersebut. Saat kita terbuka dengan pemimpin rohani kita tentang apa yang kita alami, kita mengakui dan mau berubah dengan didampingi pemimpin rohani dalam komunitas, itu akan membuat kita bisa lebih cepat lepas dari dosa dan bertumbuh di dalam iman serta pengenalan akan Tuhan.

  1. Mau Dibentuk

Belajar dari setiap sharing, belajar bersyukur dalam setiap keadaan, belajar dari pengalaman orang lain. Jangan menjadi pribadi yang fokus pada diri sendiri, tapi lebih bagaimana menjadi pribadi yang mau MENDENGAR, pribadi yang mau juga SHARING tentang bagaimana Tuhan bekerja di hidup kita, baik susah ataupun senang.

  1. Rasa Memiliki Komunitas, tidak hanya Gembalanya

Perumpamaan Sapu Lidi. Ketika komunitas tersebut mau bersatu, punya rasa memiliki, maka setiap anggota tersebut tidak mudah dipatahkan. Jika sebaliknya masih ingin sendiri-sendiri kita akan mudah dikalahkan oleh Iblis.

  1. Motivasi yang Benar

Apa motivasi kita ikut komunitas? Banyak orang berkata aku tidak mendapatkan apa-apa di komunitas, komunitas ini membosankan, dsb. Tapi coba cek ke dalam hati kita, apa motivasi kita untuk datang dalam komunitas? Apakah hanya sekedar untuk tetap dijadwal pelayanan? Untuk dapat koneksi agar pekerjaan kita sukses? Untuk mendapatkan pasangan hidup kah?

Motivasi yang benar adalah karena kita haus dan lapar akan Tuhan, akan kebenaran Firman Tuhan, dan karena kita ingin hidup kita terus dibentuk oleh Tuhan (Ams 27:17)

  1. UP-IN-OUT

UP : Setiap orang harus membuat hubungan pribadi dengan Bapa di Surga

IN : Membangun hubungan ke dalam komunitas dengan Kasih dari Bapa

OUT : Membangun hubungan ke luar komunitas, memenangkan jiwa dan menyalurkan kasih Bapa kepada orang yang belum mengenal Dia.