Saat Teduh

Sebagai orang Kristen, sebuah pertumbuhan rohani dan sebuah pengenalan akan Tuhan adalah sebuah keharusan, karena saat anda ingin menjadi Kristen, bahkan ingin menjadi pelayannya, adalah berbicara bukan lagi tentang belajar, dan tau saja tentang Tuhan. Tetapi saudara harus mengalami Tuhan, mengalami kasih, kuasanya dan bertumbuh semakin dewasa dalam kehidupan saudara sehari-hari.

Yang akan membuat iman saudara kuat, dan setia sampai pada akhirnya bukanlah pengetahuan, dan perbuatan-perbuatan kita, tetapi seberapa besar kita mengenal Yesus, Tuhan kita.

 

MATIUS 7 : 21-23

Tidak peduli seberapa besar dan hebat pelayanan saudara, kalau saudara tidak mengenal Dia, maka tidak akan ada artinya. Mengenal Dia berarti membangun Hubungan intim dengan Dia.

Dalam kehidupan kita, Tuhan memiliki berbagai cara untuk membangun hubungan dengan kita, berbagai cara untuk menyatakan kehendakNya, ataupun untuk mengajarkan kita banyak hal, sehingga kita lebih mengerti dan mengenal tentang dia, bisa melalui masalah, pergumulan, berkat, hubungan social, kotbah, musik, dan lainnya, cara Tuhan tidak terbatas untuk menjangkau saudara.

Namun bagaimana dengan kita sebagai orang yang ingin mendekatkan diri dengan Dia? Upaya apa yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri dan mengenal Dia? Alkitab mengajarkan bahwa saat teduh adalah hal dasar yang dilakukan untuk mengenal dan berkomunikasi intim dengan Tuhan.

 

Saat teduh

Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar menyediakan waktu secara khusus dan fokus untuk berkomunikasi dengan Allah, Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar datang kepada Tuhan dan menyediakan hati dan hidup kita untuk mengalami Tuhan.

Pilihlah waktu dimana kita bisa bersaat teduh tanpa diganggu. Jika memungkinkan, Upayakan melakukan saat teduh pada pagi hari, sehingga firman yang kita peroleh bisa mewarnai segala pemikiran dan suasana hati sepanjang hari itu. Waktu terbaik untuk melakukan saat teduh adalah ketika kita dalam keadaan terbaik, Berikan pada Tuhan bagian terbaik dari hari kita ketika saat paling segar dan paling waspada. Jangan memberi Tuhan sisa waktu kita, tetapi sediakan yang terbaik dari waktu kita buat Tuhan. Ingat juga bahwa waktu terbaik kita mungkin berbeda dengan orang lain.

Tuhan Yesus juga melakukan saat teduh di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang banyak. Dia selalu menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Bapa-Nya (Markus 1:35, 6:46; Mat 14:13; Luk 5:16). Itulah sebabnya Ia bisa menang menghadapi pencobaan dari Iblis dan menyelesaikan kehendak Bapa sampai tuntas.

 

Ada beberapa alasan mengapa kita penting untuk melakukan saat teduh sebagai orang Kristen :

  1. Kita diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan. (Kej 1:27; 2:7; 3:8; Wahyu 3:20)
  2. Yesusmati untuk memungkinkan kita memiliki persekutuan dengan Tuhan. (1 Kor 1:9)
  3. Waktu pribadi dengan Tuhan adalah sumber kekuatanYesus. (Mark 1:35, Luk 5:16; 22:39)
  4. Tiap orang yang aktif dalam pelayananharus mengembangkan kebiasaan ini. Contoh: Abraham, Musa, Daniel, Paulus dll.
  5. Anda tidak dapat kuat menjadi orang Kristen yang sehat dan bertumbuhtanpa bersaat teduh. (Mat 4:4; Ayub 23:12; Maz 119:9)

Bagaimana melakukan Saat Teduh

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan dalam saat teduh, ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan dalam melakukan saat teduh. Namun pada gereja kita, ada beberapa unsur dalam Saat teduh yang menjadi acuan dalam melakukan saat teduh

 

  1. Worship (Penyembahan)

Sebelum kita masuk dalam perenungan Firman Tuhan, dan doa, ada baiknya kita masuk dalam sebuah penyembahan terlebih dahulu, penyembahan membantu kita untuk masuk lebih dalam dalam hadirat Tuhan, memberikan focus kita, hidup, hati, pikiran kita kepada Tuhan, seringkali fokus pikiran dan hati kita setelah sibuk seharian dengan kesibukan kita, masih menggandoli kita, entah ada masalah, pergumulan, kekecewaan, dll. Maka dari itu, sebelum kita masuk lebih dalam dalam perenungan, kita perlu ambil waktu beberapa saat untuk meninggalkan setiap masalah kita, pergumulan kita, pekerjaan kita, dan menyediakan diri kita yang terbaik untuk Tuhan.

Matius 5 : 24 : sebelum kita memberi waktu terbaik kita untuk Tuhan, mempersembahkan hidup kita, kita harus pergi dan berdamai dahulu dengan saudara kita.

Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membawa satu ganjalan, atau hal-hal yang tidak berkenan saat kita dating dan menghadap Tuhan.

2 timotius 3: 1-5 juga mengajarkan kita, bahwa jangan sampai secara lahiriah kita beribadah, tetapi karena berbagai gajnalan dalam hidup kita membuat ibadah kita tidak berkenan.

Dengan memulai saat teduh dengan penyembahan, mari kita sama-sama mengosongkan diri kita dari segala hal-hal duniawi, dan memfokuskan hati, pikiran kita untuk bersyukur atas berkat, kebaikannya dan berfokus hanya kepada Tuhan, agar waktu saat teduh kita berkualitas. Ingat, kualitas lebih baik daripada kuantitas.

Note : bahasa roh , jika saudara bisa, dan merasa roh saudara sedang lemah, berbahasa roh lah beberapa saat untuk membangun iman saudara.

 

  1. Doa

Doa adalah sesuatu yang wajib dalam saat teduh, dimana doa adalah saat-saat dimana kita berkomunikasi dengan Tuhan, bahkan pada masa-masa di dalam alkitab, doa merupakan sesuatu yang pasti dilakukan oleh tokoh-tokoh di alkitab dalam saat-saat teduh mereka.

Dalam penjelasan di awal kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus pun sering menyisihkan waktu dalam kesibukannya untuk berdoa, berkomunikasi dengan Bapa di sorga.

Doa dalam saat teduh biasanya dilakukan 2x, yang pertama adalah setelah penyembahan atau sebelum membaca firman Tuhan, dan yang kedua adalah setelah membaca firman Tuhan.

Doa yang pertama adalah doa ucapan syukur dan minta tuntunan dan hikmat dari Tuhan agar kita di beri pengertian dan damai sejahtera dalam melaksanakan saat teduh dan dapat menangkap isi hatiNya. Yang kedua adalah setelah membaca dan merenungkan firman Tuhan, biasanya berisi tentang perenungan yang kita dapat dalam firmanNya, agar kita di beri kekuatan untuk melakukan atau hidup dalam firman tersebut, meminta tuntunan dan bersyafaat untuk hal-hal yang kita rindukan.

Seringkali dalam doa juga, kita dapat ngobrol dengan Tuhan atau bahasa sehari-hari kita curhat dan menyatakan permintaan- dan harapan-harapan kita kepada Tuhan (Yohanes 16:24 ; matius 7;7)

 

  1. Firman Tuhan

Yang ketiga dilakukan dalam saat teduh adalah membaca firman Tuhan. 2 Korintus 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

Ada beberapa metode dalam menerima firman Tuhan dalam saat teduh, tetapi tentu Tuhan tidak menghendaki kita untuk sekedar membaca saja, tetapi firman Tuhan yang kita baca dapat menjadi rhema dan memberkati hidup kita.

Berikut adalah salah satu metode yang baik dalam membaca firman Tuhan yaitu dengan 4M

M1 : Membaca/menerima Firman

“Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dalam hatimu” (Yak. 1:21).
Untuk membuat seseorang berakar di dalam firman adalah menerima firman Tuhan.
Kita harus memiliki hati yang lembut (lewat doa) agar firman Tuhan tertanam dalam hati kita. Ini berbicara tentang sikap hati kita.  Hati yang lemah lembut adalah hati yang tidak memberontak, tidak melawan, hati yang menyerah terhadap Tuhan, mudah dibentuk, hati yang rela, terbuka untuk dikoreksi dan dinasihati oleh Tuhan.

M2 : Merenungkan / Meneliti Firman

Meneliti hukum yang sempurna memerdekakan (Yak. 1:25). Maksud  merenungkan adalah membaca firman Tuhan dengan teliti (Disarankan membaca minimal 2-3 kali).  Banyak orang hanya membaca tanpa merenungkan apa yang dibaca. Itulah sebabnya firman Tuhan tersebut tidak diserap menjadi iman.

 

M3 : Melakukan Firman

“Bertekun di dalamnya…sungguh-sungguh melakukannya” (Yak. 1:25). Untuk membuat seseorang berakar dan bertumbuh di dalam iman, maka tindakan melakukan firman Tuhan adalah syarat utamanya. Banyak orang percaya yang membaca firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya sehingga mereka tidak mengalami mukjizat dari Tuhan. Lakukanlah firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan. Sebelum melakukannya, kita perlu membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

 

M4 : Membagikan Firman

“Ibadah yang tidak sia-sia adalah mengekang lidah hanya untuk menceritakan hal-hal yang memuliakan Tuhan” (Yak. 1:26). Kita akan sempurna berakar di dalam firman kalau apa yang kita alami, kita bagikan dan saksikan kepada rekan-rekan di sekeliling kita.  Mulailah untuk membagikan, menceritakan apa yang anda dapat terhadap orang-orang di sekeliling kita, teman FA/BYC, teman sepelayanan, keluarga, atau siapapun, dengan metode apapun (sharing, broadcast, personal chat, posting, dll)