Tantangan Pendidikan Kristen Indonesia

Apa yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia?

Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan PP no 32 Tahun 2013 tentang Perubahan PP No 19 Tahun 2005 telah menetapkan semua guru minimal harus berijazah S-1 Pendidikan dan akan berlaku secara efektif sepenuhnya pada tahun 2020. Hal ini menjadi tantangan bagi Pendidikan Kristen karena ribuan Guru Kristen (terutama guru Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak di kantong-kantong Kristen, seperti PApua, Maluku, Toraja – Slawesi Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Nias – Sumatera Utara, Mentawai – Sumatera Barat) belum memiliki kualifikasi ini. Mereka tidak memiliki biaya dan kesulitan untuk memperleh akses ke pendidikan tinggi. Akhirnya, guru-guru tersebut akan tidak boleh lagi mengajar ketika peraturan ini diberlakukan.

Apa implikasinya jika guru-guru Kristen tidak boleh lagi mengajar?

Rata-rata seorang guru mendidikan 20 orang anak setiap tahun,maka selama 20 tahun masa pengabdiannya terletak masa depan 400 orang anak didik. Jika ada ribuan Guru Kristen yang tidak boleh lagi mengajar maka jutaan anak kita akan kehilangan kesempatan mengenal Kristus melalui mereka. Padahal dalam rentang usia sekolah itulah fondasi iman dibangun.